Pencarian

Harga BBM Non-Subsidi Terbuka Naik, Pemerintah Jamin Pertalite Tidak Naik

Rabu, 23 September 2026 • 05:01:02 WIB
Harga BBM Non-Subsidi Terbuka Naik, Pemerintah Jamin Pertalite Tidak Naik
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan harga BBM non-subsidi masih terbuka naik mengikuti pergerakan ICP.

SPIRITBANGSA.COM — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi seperti Pertamax masih terbuka untuk naik, tergantung pergerakan harga minyak mentah Indonesia (ICP). Pemerintah memastikan harga BBM subsidi jenis Pertalite tidak mengalami kenaikan. Masyarakat yang mampu diimbau tidak membeli BBM subsidi agar kuota tepat sasaran.

Bahlil menjelaskan harga BBM non-subsidi seperti Pertamax mengikuti mekanisme pasar global. Pergerakan harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP) menjadi acuan utama. Selama ICP masih berfluktuasi, harga jual di SPBU bisa ikut berubah.

Alasan Harga BBM Non-Subsidi Bisa Naik

Menurut Bahlil, arah harga BBM non-subsidi sangat bergantung pada ICP. Jika ICP naik, harga otomatis menyesuaikan. Sebaliknya, jika ICP turun, harga juga akan terkoreksi.

"Kalau harga pasar globalnya itu ICP naik, otomatis akan naik. Tapi kalau ICP turun, pasti juga akan terkoreksi," kata Bahlil.

Pernyataan itu menegaskan bahwa BBM non-subsidi tidak mendapat jaminan harga tetap dari pemerintah. Konsumen Pertamax dan sejenisnya perlu mencermati perkembangan harga minyak dunia sebelum mengisi bahan bakar.

Pertalite Dipastikan Tidak Naik

Di sisi lain, pemerintah memastikan tidak ada kenaikan harga BBM subsidi atau Pertalite. Kepastian itu disampaikan langsung oleh Menteri ESDM. Dengan demikian, masyarakat pengguna Pertalite tidak perlu khawatir harga eceran berubah dalam waktu dekat.

Pemerintah juga memastikan cadangan BBM dalam negeri berada pada standar minimal 18 hingga 21 hari. Stok itu dinilai cukup memenuhi kebutuhan beberapa hari ke depan.

"Pemerintah memastikan cadangan BBM itu ada pada standar minimal 18 hingga 21 hari," tambah Bahlil.

Siapa yang Berhak Pakai BBM Subsidi

Bahlil menegaskan BBM subsidi hanya diperuntukkan bagi masyarakat dari golongan ekonomi tidak mampu atau rentan. Selain itu, subsidi juga menyasar sektor-sektor tertentu yang menopang hajat hidup orang banyak.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat mampu untuk tidak membeli BBM subsidi. Imbauan ini berlaku bagi mereka yang pendapatannya tergolong menengah ke atas dan menggunakan kendaraan pribadi.

"Saya mengimbau kepada saudara-saudara saya, yang mampu, yang pendapatannya bagus, ekonominya menengah ke atas, mobilnya bagus, jangan pakai BBM subsidi. Masa tidak malu sama saudara-saudara kita yang harus mendapatkan subsidi BBM, tapi jatahnya diambil oleh orang yang mampu," ujarnya.

Apa Dampaknya bagi Konsumen

Bagi pengguna BBM non-subsidi, kenaikan harga masih mungkin terjadi jika ICP melonjak. Tidak ada tanggal pasti kapan penyesuaian dilakukan. Semua bergantung pada pergerakan harga minyak mentah Indonesia.

Sementara pengguna Pertalite dapat tenang karena pemerintah menjamin harga tidak naik. Namun, kuota subsidi tetap terbatas. Pembelian oleh kelompok mampu berpotensi mengurangi jatah bagi warga yang benar-benar membutuhkan.

Masyarakat yang ingin memastikan jenis BBM yang tepat untuk kendaraannya dapat mengecek ketentuan resmi dari Kementerian ESDM. Informasi mengenai harga terbaru juga tersedia melalui kanal resmi Pertamina.

Jika menemukan praktik penimbunan atau penyalahgunaan BBM subsidi, masyarakat dapat melaporkannya ke kanal pengaduan resmi Kementerian ESDM atau Pertamina. Hindari membeli BBM dari penjual tidak resmi yang menawarkan harga jauh di bawah standar karena berpotensi melanggar hukum.

Sumber: theiconomics.com

Follow spiritbangsa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks