177 Titik Panas Terdeteksi di Sulawesi Tengah, Kodam XXIII/Palaka Wira Siapkan Strategi Antisipasi Karhutla
PALU — Sebanyak 177 titik panas terdeteksi di wilayah Sulawesi Tengah dan menjadi dasar bagi Kodam XXIII/Palaka Wira untuk menyusun strategi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI J Binsar P Sianipar menegaskan pendekatan pencegahan jauh lebih penting dibanding sekadar pemadaman saat api sudah menyebar.
“Tanpa edukasi, kita akan menjadi pemadam kebakaran terus. Karena itu, danrem dan dandim saya minta berkolaborasi dengan BPBD dan kepolisian serta pemerintah daerah setempat untuk memberikan edukasi secara masif kepada masyarakat,” kata Sianipar di Palu, Selasa.
Banggai Paling Rawan, 49 Titik Panas Berstatus Sangat Tinggi
Berdasarkan pemetaan yang dilakukan Kodam XXIII/Palaka Wira, sebaran titik panas terkonsentrasi di sejumlah kabupaten dengan tingkat kerawanan berbeda. Kabupaten Banggai menempati posisi teratas dengan 49 titik berklasifikasi sangat tinggi.
Wilayah lain yang turut menjadi perhatian adalah Morowali dengan 28 titik, Buol 27 titik, Tojo Una-Una 19 titik, serta Morowali Utara sebanyak 18 titik. Poso mencatat 15 titik, sedangkan Sigi dan Donggala masing-masing tujuh titik, Banggai Kepulauan tiga titik, Parigi Moutong dua titik, serta Palu dan Tolitoli masing-masing satu titik.
Pemicu Karhutla: Dari Pembukaan Lahan hingga Puntung Rokok
Identifikasi di lapangan menunjukkan beberapa faktor dominan penyebab karhutla di Sulawesi Tengah. Pembukaan lahan dengan cara dibakar menjadi pemicu utama yang memicu api menyebar ke kawasan hutan dan lahan kering.
Selain itu, kebiasaan membakar sampah tanpa pengawasan dan pembuangan puntung rokok sembarangan di area rawan ikut memperbesar risiko kebakaran. Faktor-faktor inilah yang coba dicegat lewat pendekatan edukasi kepada masyarakat.
TNI Bentuk Satgas Penyuluhan dan Gelar Pasukan di Daerah Rawan
Kodam XXIII/Palaka Wira tidak hanya mengandalkan imbauan. Sejumlah langkah konkret telah disiapkan, termasuk rapat kerja dengan seluruh komponen di masing-masing wilayah hingga penyusunan prosedur tetap (protap) penanganan karhutla.
Apel kesiapsiagaan, latihan posko, dan latihan lapangan turut dijadwalkan. Jajaran kodam juga diminta membentuk satuan tugas penyuluhan dan pencegahan, menggelar pasukan di lokasi rawan, melengkapi peralatan pendukung, serta membangun jaringan komunikasi di seluruh wilayah.
22 Armada Damkar Disebar ke 13 Kabupaten/Kota
Untuk mendukung kesiapsiagaan di lapangan, Kodam XXIII/Palaka Wira menyiapkan perlengkapan berupa alat pelindung diri (APD), drone, perangkat GPS, alat pemadam, hingga pompa punggung. Sebanyak 22 armada pemadam kebakaran telah disebar ke 13 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah.
Seluruh strategi ini dijalankan secara terintegrasi agar setiap unsur memiliki pemahaman dan pola tindakan yang sama saat menghadapi karhutla. Pangdam berharap penguatan pencegahan dan kesiapsiagaan ini mampu mempercepat penanganan serta meminimalkan dampak terhadap masyarakat dan lingkungan di Sulawesi Tengah.