BULUKUMBA — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bulukumba, Unit Pelaksana Teknis di bawah Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Sulawesi Selatan, menggelar pelatihan pembuatan pupuk organik cair bersama peserta magang. Kegiatan ini dirancang untuk menggabungkan keterampilan praktis dengan kepedulian terhadap pengelolaan lingkungan berkelanjutan di dalam area lapas.
Keterampilan Baru bagi Peserta Magang
Para peserta magang tidak hanya ditempatkan pada pekerjaan administrasi. Mereka justru diajak terlibat langsung dalam proses produksi yang bernilai guna, mulai dari tahap pengenalan bahan baku, proses pengolahan, pencampuran, hingga penyimpanan untuk fermentasi.
Kepala Lapas Kelas IIA Bulukumba, Mansur, menuturkan bahwa keterlibatan ini menjadi sarana efektif untuk menambah wawasan dan pengalaman baru di luar teori.
"Peserta magang tidak hanya kita libatkan dalam kegiatan administrasi, tetapi juga berbagai aktivitas produktif yang dapat menambah wawasan dan keterampilan. Pembuatan pupuk organik cair ini sekaligus mengajarkan bagaimana bahan organik dapat diolah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat," ujar Mansur.
Hasil Produksi untuk Pertanian Lapas
Pupuk organik cair yang dihasilkan dari proses fermentasi tersebut tidak akan sia-sia. Produk ini nantinya dialokasikan untuk mendukung perawatan tanaman dan kegiatan pertanian yang tengah dikembangkan di lingkungan Lapas Bulukumba.
Dengan begitu, kegiatan ini menciptakan siklus pemanfaatan yang efisien, mengubah sisa bahan organik menjadi input produksi bagi sektor pertanian internal lapas.
Pembelajaran Langsung dari Proses Fermentasi
Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Bulukumba menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari pengembangan aktivitas kerja yang produktif sekaligus berwawasan lingkungan. Para peserta magang mendapat pemahaman utuh tentang alur pembuatan pupuk, dari bahan mentah hingga siap pakai.
"Melalui kegiatan ini, peserta dapat memahami proses pembuatan pupuk organik cair secara langsung. Harapannya, pengetahuan yang diperoleh tidak hanya bermanfaat selama mengikuti kegiatan di Lapas, tetapi juga dapat diterapkan dan dikembangkan di lingkungan masing-masing," ungkapnya.
Antusiasme Peserta dan Dampak Jangka Panjang
Antusiasme peserta magang terlihat jelas selama pelatihan berlangsung. Mereka mengikuti setiap tahapan produksi dan aktif berdiskusi seputar teknik pengolahan serta potensi pemanfaatan pupuk organik cair di kemudian hari.
Program ini menjadi bukti bahwa langkah sederhana mengolah bahan organik dapat memberikan dampak nyata bagi lingkungan yang lebih hijau. Selain membekali peserta magang dengan keterampilan baru, Lapas Bulukumba terus mendorong terciptanya inovasi yang berorientasi pada keberlanjutan.