SPIRITBANGSA.COM — Status gunung api tersebut kini berada pada Level III (Siaga). Meski demikian, manajemen penyeberangan pelat merah ini menjamin jalur pelayaran masih berada di luar zona bahaya langsung.
Jalur Logistik Utama Jawa-Sumatera Berjalan Penuh
Konektivitas Merak-Bakauheni merupakan urat nadi vital logistik nasional yang menghubungkan sentra industri Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Gangguan pada rute ini berpotensi memicu biaya logistik tinggi bagi armada angkutan barang ritel maupun komoditas.
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry Windy Adale menyatakan operasional di Cabang Merak maupun Cabang Bakauheni tetap memproses lalu lintas kendaraan sesuai ketentuan yang berlaku. Evaluasi keselamatan pelayaran dilakukan berbasis data maritim secara berkala.
"Setiap perkembangan informasi dari otoritas berwenang menjadi perhatian dalam menentukan langkah operasional yang diperlukan," kata Windy dalam keterangan resmi.
Kesiapan kapal dan fasilitas pelabuhan dipantau intensif bersama regulator teknis perkapalan. ASDP juga menyediakan pusat informasi Contact Center 191 guna mengantisipasi pertanyaan pengguna jasa secara cepat.
Radius Bahaya Erupsi Terbatas di Jarak 3 Kilometer
Berdasarkan data Magma Indonesia milik Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Gunung Anak Krakatau mencatatkan erupsi terbaru pada Sabtu (5/9) pukul 00.01 WIB. Lontaran material terdeteksi melanjutkan fase erupsi yang sudah berlangsung sejak Jumat (4/9).
Laporan teknis vulkanologi menunjukkan kolom abu tidak teramati secara visual, namun potensi ancaman berupa aliran lava dan lontaran batu pijar masih terjadi. Otoritas ESDM menetapkan radius bahaya dalam jarak aman terbatas di sekeliling kawah.
Masyarakat, nelayan, dan wisatawan dilarang mendekati atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif. Koridor penyeberangan kapal feri ASDP sendiri berada jauh di luar batas perimeter bahaya tersebut.
Mitigasi Operasional Menghadapi Dinamika Selat Sunda
Untuk memitigasi risiko cuaca ekstrem dan aktivitas vulkanik, ASDP menyiapkan sejumlah langkah antisipasi di lapangan:
- Pemantauan rute navigasi kapal secara waktu nyata bersama otoritas perairan dan BMKG.
- Pemberlakuan penyesuaian jadwal pelayaran fleksibel jika jarak pandang terganggu material abu.
- Koordinasi darurat lintas instansi untuk evakuasi jalur jika status bahaya diperluas.
ASDP mengimbau para pengemudi truk logistik dan penumpang umum untuk mematuhi arahan petugas dermaga. Penyesuaian operasional kapal hanya akan diambil jika rekomendasi keselamatan resmi diterbitkan regulator maritim.
"ASDP akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Apabila terdapat perubahan kondisi yang berpotensi memengaruhi keselamatan pelayaran maupun kelancaran layanan, perusahaan akan melakukan penyesuaian operasional sesuai rekomendasi dan arahan dari instansi berwenang," ujar Windy.