SPIRITBANGSA.COM — Empat gol bersarang ke gawang Rayo Vallecano yang dijaga Emil Audero. Mbappe membuka skor pada menit ke-14, lalu menutup pesta Madrid di menit 90+1. Alvaro Carreras menambah gol pada menit ke-17, disusul Jude Bellingham di menit ke-35.
Rayo sempat memperkecil kedudukan lewat Sergio Camello pada menit ke-51. Skor 4-1 bertahan hingga peluit panjang di Santiago Bernabeu.
Dua Gol Mbappe, Satu Malam Produktif di Bernabeu
Mbappe jadi nama pertama yang mencatatkan diri di papan skor. Penyelesaiannya pada menit ke-14 membuka jalan bagi Madrid untuk mendikte tempo pertandingan.
Gol kedua pemain Prancis itu lahir di masa injury time babak kedua. Carreras dan Bellingham melengkapi pesta gol Madrid sebelum jeda turun minum.
Mourinho Akui Madrid Kehilangan Intensitas di Babak Kedua
Pelatih Real Madrid Jose Mourinho menilai timnya mengalami penurunan intensitas setelah turun minum. Ia menyebut kelelahan sebagai penyebab utamanya.
"Saya melihat adanya kelelahan, jadi saya mencoba menghadirkan stabilitas melalui pergantian pemain. Saya tidak menyalahkan para pemain; hal itu wajar-kami baru saja menjalani pertandingan yang sangat menguras tenaga, dan beberapa pemain menyelesaikan laga dalam kondisi sangat kelelahan," kata Mourinho dikutip dari Sport.
Meski begitu, Mourinho tetap mengapresiasi anak asuhnya. Ia menilai Madrid mampu menuntaskan laga berpotensi sulit dengan cepat.
"Para pemain layak mendapatkan rasa hormat dan apresiasi saya. Kami berhasil menuntaskan pertandingan yang berpotensi sulit ini dengan cepat, dan saya senang," ucap Mourinho menambahkan.
Kritik Mourinho: Madrid Terlalu Banyak Buang Peluang
Satu masalah krusial yang disorot Mourinho adalah keborosan Madrid di depan gawang. Meski menciptakan banyak peluang, Los Blancos hanya mencetak empat gol.
"Saya baru saja berkata kepada tim: suatu hari nanti, tim lawan yang kurang beruntung akan menanggung akibat dari semua peluang yang kita lewatkan ini. Suatu hari nanti, kita akan mencetak tujuh gol ke gawang lawan," ujar Mourinho.
Mourinho menjelaskan gaya bermain Madrid yang vertikal dan penuh intensitas tinggi. Saat merebut bola, timnya langsung melancarkan serangan tanpa menunggu.
"Kami bermain dengan gaya yang sangat vertikal sebagai sebuah tim; serangan kami penuh kekacauan dan intensitas tinggi. Kami tidak menguasai bola dalam waktu lama. Saat merebut kembali bola, kami langsung melancarkan serangan-entah itu berujung gol atau kehilangan penguasaan bola," kata Mourinho.
Dampak Hasil
Kemenangan ini menjaga laju Madrid di matchday kelima Liga Spanyol. Rayo Vallecano pulang dengan kekalahan meski sempat membalas satu gol lewat Camello.
Madrid berikutnya akan menghadapi jadwal padat dengan rotasi pemain jadi pertimbangan utama Mourinho. Empat gol ke gawang Emil Audero jadi modal, tapi catatan peluang terbuang tetap jadi PR.