Hujan Es Rusak Tanaman Warga Lanny Jaya, Pemkab Salurkan 82 Ton Beras untuk 3 Distrik Terdampak
LANNY JAYA — Bencana hujan es yang melanda Distrik Kuyawage, Wano Barat, dan Goa Baliem disebut lebih parah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Intensitasnya yang tinggi langsung merusak tanaman dan perkebunan masyarakat yang mayoritas menggantungkan hidup dari sektor pertanian.
Bupati Lanny Jaya Aletinus Yigibalom menyampaikan kerusakan itu berdampak nyata pada hasil panen warga. Ia sendiri telah meninjau langsung lokasi terdampak bersama rombongan.
Skala Kerusakan Lebih Besar dari Kejadian Sebelumnya
Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa dampak hujan es kali ini jauh lebih berat. Bupati menyebut banyak lahan yang tanamannya rusak sebelum sempat dipanen.
"Intensitas hujan es yang terjadi dinilai lebih tinggi dibandingkan kejadian pada tahun-tahun sebelumnya. Sehingga kondisi tersebut menyebabkan tanaman dan perkebunan masyarakat mengalami kerusakan hingga berpotensi mengalami gagal panen," ujarnya.
Wilayah yang terdampak berada di ujung jalan yang cukup terpencil. "Hari ini kita sudah sampai di batas ujung jalan Kuyawage, Wano Barat dan Goa Baliem yang terdampak bencana hujan es," kata Aletinus dalam siaran pers yang diterima di Jayapura, Rabu.
Ancaman gagal panen ini menjadi perhatian utama karena sebagian besar rumah tangga di tiga distrik tersebut mengandalkan hasil kebun untuk kebutuhan sehari-hari. Jika tidak segera ditangani, stok pangan warga dikhawatirkan menipis dalam beberapa pekan ke depan.
82 Ton Beras Disalurkan untuk Jaga Stok Pangan
Untuk merespons kondisi darurat itu, pemerintah pusat melalui program ketahanan pangan mengirimkan bantuan beras sebanyak 82 ton. Penyalurannya dilakukan langsung oleh Pemkab Lanny Jaya kepada masyarakat di tiga distrik terdampak.
"Bantuan beras itu berasal dari pemerintah pusat melalui program ketahanan pangan dan disalurkan langsung kepada masyarakat yang terdampak bencana," jelas Aletinus.
Bantuan ini dinilai krusial karena kerusakan pertanian membuat hasil perkebunan tidak bisa dipanen secara maksimal. Dengan adanya pasokan beras dari pemerintah, kebutuhan pangan warga di masa tanggap darurat diharapkan tetap terpenuhi.
Tim Medis Diterjunkan Selama Masa Pemulihan
Selain bantuan pangan, Pemkab Lanny Jaya juga menyiapkan langkah penanganan di bidang kesehatan. Sebuah tim tenaga medis akan diterjunkan ke wilayah terdampak untuk memberikan pelayanan kesehatan dasar serta memantau kondisi masyarakat.
Langkah ini dilakukan selama masa tanggap darurat dan pemulihan berlangsung. Kehadiran tenaga medis di lapangan bertujuan mengantisipasi potensi gangguan kesehatan yang muncul pascabencana, mengingat akses masyarakat ke fasilitas kesehatan di tiga distrik tersebut sangat terbatas.