SPIRITBANGSA.COM — Sebaran abu letusan Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda resmi mencapai kawasan pemukiman di DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. BMKG mencatat partikel erupsi tipe Strombolian ini teramati membubung pada ketinggian 20.000 hingga 50.000 kaki per Minggu (6/9/2026) pagi.
Dampaknya di sektor transportasi udara sangat masif sampai AirNav Indonesia menutup sementara operasional tiga bandara sekaligus. Tiga fasilitas tersebut meliputi Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Radin Inten II Lampung, dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Kondisi ini menjalar langsung ke area parkir warga di darat. Abu vulkanik terbukti mengendap cepat pada permukaan kendaraan meski baru saja dicuci bersih.
"Tadi pas lihat mobil kenapa banyak debu padahal baru dicuci, terus pas ngecek motor juga sama," ujar Fahrul Hadistiyana, Ketua RT 004 Perum Ranau 3, Desa Cikatapis, kepada Sindonews.
Titik Rawan Mobil dan Motor yang Terpapar Abu Erupsi
Bahaya utama abu vulkanik pada kendaraan bukan disebabkan oleh hawa panas letusan, melainkan material abunya itu sendiri. Partikel ini menempel diam-diam di beberapa sektor vital kendaraan Anda sejak Sabtu malam, 5 September 2026:
- Bodi dan Lapisan Cat: Abu vulkanik bersifat tajam dan abrasif, sehingga menyeka bodi mobil atau motor menggunakan kain kering akan langsung menciptakan baret halus.
- Kaca Kendaraan: Gesekan langsung bilah penghapus kaca saat permukaan masih berdebu tebal berpotensi menggores bidang kaca depan.
- Filter Kendaraan: Udara yang sarat debu vulkanik rawan menyumbat saringan hisap sehingga mengganggu pasokan udara bersih.
- Komponen Rem: Butiran abu yang menyelip pada celah sistem pengereman dapat mengganggu friksi serta memicu gesekan kasar.
Kondisi Erupsi Gunung Anak Krakatau Terkini
Gunung Anak Krakatau terpantau meletus menerus sejak Jumat, 4 September 2026 pukul 23.07 WIB. Aktivitas vulkanik ini masih terus menghasilkan lontaran batu pijar dan semburan abu vulkanik ke udara bebas.
Status gunung api di Selat Sunda tersebut tercatat telah berada di Level III alias Siaga sejak 2 Juli 2026. Selama paparan debu masih berlangsung di langit Jabodetabek, hindari membersihkan bodi maupun kaca kendaraan secara kering tanpa bilasan air mengalir.