Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Dr. H. Muliardi, M.Pd., menekankan pentingnya integritas, kemampuan beradaptasi, dan gaya hidup sederhana kepada CPNS Kementerian Agama dalam agenda pelantikan dan pengangkatan CPNS menjadi PNS Formasi Tahun 2024.
Arahan itu disampaikan Muliardi di Aula Kanwil Kemenag Riau, Kamis (21/5/2026), saat pelantikan dan pengangkatan CPNS menjadi PNS di lingkungan Kementerian Agama.
Dalam kesempatan tersebut, Muliardi menjelaskan, dari total 245 CPNS, sebanyak 13 orang telah dilantik menjadi PNS. Mereka terdiri atas 12 orang di BPJPH dan satu orang di Kementerian Haji dan Umrah.
Dengan demikian, masih terdapat 232 CPNS Kementerian Agama. Selain itu, ada tambahan dua pegawai yang mendapat penugasan ke Ibu Kota Nusantara (IKN), masing-masing satu orang dari Indragiri Hulu dan satu orang dari Pekanbaru.
Empat Pesan untuk CPNS Kemenag
Muliardi menyampaikan empat pesan penting kepada 232 CPNS yang mengikuti pelantikan secara daring oleh Menteri Agama RI.
Pertama, ia meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) menyadari bahwa mereka merupakan bagian dari keluarga besar Kementerian Agama. Kesadaran itu, kata dia, harus diikuti dengan tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Kedua, ASN Kementerian Agama harus memiliki kompetensi adaptif. Mereka dituntut mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman serta berbagai program yang dirancang Kementerian Agama.
Menurut Muliardi, kecerdasan ASN tidak cukup hanya diukur dari kemampuan intelektual. ASN juga perlu memiliki kecerdasan emosional, spiritual, serta *Adversity Quotient* (AQ) dalam menghadapi tantangan pekerjaan dan dinamika organisasi.
“Adaptif itu menggunakan seluruh kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, dan AQ dalam menghadapi masalah,” ujar Muliardi.
ASN Diminta Jaga Kerukunan dan Jauhi Hedonisme
Pesan ketiga, Muliardi menegaskan bahwa ASN Kementerian Agama harus menjadi pelopor kerukunan. Ia juga mengingatkan agar ASN tidak terlibat dalam paham radikalisme dan tetap berada pada koridor nilai-nilai yang dijunjung tinggi Kementerian Agama.
Keempat, Muliardi meminta ASN menghindari gaya hidup hedonistis atau bermewah-mewahan. Menurutnya, gaya hidup berlebihan dapat menimbulkan persoalan dalam kehidupan pribadi maupun pekerjaan.
“Hindari hedonisme, jangan sampai besar pasak daripada tiang,” pesannya.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Kepala Bagian Tata Usaha, para kepala bidang, serta pembimbing masyarakat di lingkungan Kanwil Kemenag Riau.












