Pencarian

Kemenkop dan BI Pakai Chatbot AI untuk Percepat Layanan Publik 24 Jam

Sabtu, 05 September 2026 • 08:01:31 WIB
Kemenkop dan BI Pakai Chatbot AI untuk Percepat Layanan Publik 24 Jam
Kementerian Koperasi memanfaatkan chatbot AI pada WhatsApp resmi untuk menjawab pertanyaan dasar masyarakat selama 24 jam.

SPIRITBANGSA.COM — Penjurian Anugerah HUMAS INDONESIA (AHI) 2026 hari kedua mengungkap tren adopsi kecerdasan buatan di sektor pelayanan publik. Alih-alih sekadar menyematkan fitur, instansi seperti Kementerian Koperasi dan Bank Indonesia memakai AI untuk menyelesaikan masalah klasik: tingginya volume pertanyaan berulang dari masyarakat.

Kemenkop Andalkan Chatbot WhatsApp untuk Pertanyaan Dasar

Kementerian Koperasi (Kemenkop) memanfaatkan asisten virtual pada platform WhatsApp resmi bercentang biru. Staf Humas Kemenkop Ria Oktariana menjelaskan, teknologi ini dirancang untuk menangani pertanyaan dasar, mulai dari tata cara pendirian koperasi hingga detail program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

"Misalnya bagaimana cara pendirian KDKMP atau apa itu KDKMP, itu sudah kami informasikan di chatbot AI yang dapat diakses 24 jam melalui WhatsApp," ucap Ria di hadapan dewan juri.

Menanggapi pemaparan tersebut, CEO Magnitude Indonesia Abdul Rahman Ma'mun yang bertindak sebagai juri menanyakan pembeda utama layanan ini. Ria menyebut timnya rutin mengevaluasi kepuasan warga dan aktif melatih staf layanan untuk memberikan jawaban yang cepat dan akurat.

"Kami juga meningkatkan SDM di mana teman-teman kami juga kami berikan penguatan substansi untuk mudah memberikan jawaban kepada masyarakat, Pak, agar mudah dan cepat," urai Ria. Untuk aduan permodalan, Kemenkop mengarahkan warga ke lembaga pengelola dana bergulir.

Kemendikti Saintek: 80% Interaksi Tertangani Otomatis

Skema serupa dijalankan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek). Institusi ini memasang chatbot di kotak masuk Instagram, fitur obrolan web resmi, dan perpesanan WhatsApp. Anggota Tim Biro Umum, Hubungan Masyarakat, dan Pengadaan Barang dan Jasa Kemendikti Saintek, Agi Bahari Ediyana, mengatakan otomatisasi pesan ini meredam beban petugas saat menerima lonjakan interaksi publik.

Sepanjang semester satu tahun 2026, tercatat lebih dari 84.000 interaksi publik masuk ke kanal resmi Kemendikti Saintek. "Dari data penggunaan chatbot ini, 80% dari 84.000 interaksi yang masuk tadi tertangani oleh chatbot AI," ungkap Agi.

Bank Indonesia: AI Menyisir 700 Regulasi Aktif

Bank Indonesia (BI) mengambil pendekatan berbeda dengan meluncurkan chatbot bernama "Lisa". Assistant Manager Bank Indonesia Rivo Mandey menjelaskan, Lisa dibekali kecerdasan buatan untuk menyisir ratusan berkas regulasi aktif korporasi secara presisi. Saat ini, BI memiliki 600 hingga 700 regulasi aktif yang harus mudah diakses publik.

Rivo memastikan instansinya mampu memetakan profil pemohon data melalui kanal informasi BI. "Kami bisa menilai seperti apa masyarakat yang bertanya ke kami dan penilaian mereka seperti apa. Sebagai informasi, kami memiliki rata-rata 95% ke atas untuk tingkat kepuasan dari permintaan informasi yang masuk ke BI," ucapnya.

Menyoal keamanan dokumen, juri sekaligus CEO HUMAS INDONESIA Asmono Wikan menyoroti potensi krisis akibat kebocoran dokumen rahasia. Rivo menegaskan, penentuan status kerahasiaan dokumen berada di tangan pucuk pimpinan tingkat tinggi. "Kami tekankan bahwa DIP (Daftar Informasi Publik) dan DIK (Daftar Informasi Dikecualikan) kami ini per tahun 2025 harus diputus oleh Rapat Dewan Gubernur," pungkasnya.

Sumber: prindonesia.co

Follow spiritbangsa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks