Pencarian

Saham GOTO Rebound ke Rp 30 usai ARB, Buyback Rp 3,5 Triliun Jadi Amunisi

Senin, 05 Oktober 2026 • 08:01:31 WIB
Saham GOTO Rebound ke Rp 30 usai ARB, Buyback Rp 3,5 Triliun Jadi Amunisi
Saham GOTO ditutup menguat 7,14% ke Rp 30 pada perdagangan Jumat (2/10).

SPIRITBANGSA.COM — Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) ditutup menguat 7,14% ke Rp 30 pada perdagangan Jumat (2/10), rebound pertama setelah empat hari beruntun menyentuh auto rejection bawah (ARB) hingga Rp 28. Kapitalisasi pasar emiten teknologi itu kini mencapai Rp 34,22 triliun. Pergerakan ini berlangsung di tengah realisasi program buyback senilai maksimal Rp 3,5 triliun yang disetujui pemegang saham untuk periode 2026–2027.

Manajemen GOTO menyebut pemegang saham telah memberi persetujuan atas program pembelian kembali saham dengan nilai maksimal Rp 3,5 triliun. Aksi korporasi itu dapat dijalankan selama 12 bulan, terhitung 19 Juni 2026 sampai 18 Juni 2027, berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dengan tenor yang masih panjang, GOTO punya ruang lebar untuk mengeksekusi buyback secara bertahap. Manajemen menegaskan pembelian kembali saham akan mempertimbangkan kondisi pasar, kebutuhan modal kerja, dan posisi keuangan perseroan.

Antrean ARB Lepas, Volume Transaksi Naik

Equity Research Analyst MNC Sekuritas, Christian Immanuel Sitorus, menyoroti tiga hal yang membuat saham GOTO mulai layak dicermati: hilangnya antrean jual ARB, tingginya volume transaksi, dan amunisi buyback yang belum habis. Menurut dia, koreksi GOTO beberapa hari terakhir lebih dipicu sentimen pasar dan penyesuaian mekanisme perdagangan, bukan perubahan fundamental bisnis.

"Kalau melihat level harganya sekarang, terlihat GOTO sudah memasuki area bottoming," ungkap Christian dalam analisisnya, dikutip Senin (5/10).

Tekanan jual yang sebelumnya sangat besar mulai terserap dan antrean ARB telah lepas. Kondisi itu, kata Christian, menandakan pasar mulai menemukan keseimbangan harga baru setelah saham GOTO tertekan cukup dalam.

Diskon Terlalu Dalam Dibanding Fundamental

Christian menilai gap antara harga saham dan fundamental GOTO saat ini sudah terlalu lebar. Pada level harga terkini, saham GOTO dinilai sangat terdiskon. Apabila melihat bisnis dan fundamental perseroan, nilai wajar GOTO masih berpotensi berada di atas Rp 50 per saham.

"Jadi ketika tekanan jual mulai mereda, ruang untuk rebound menjadi semakin terbuka," ucap Christian.

Pandangan itu bersandar pada kinerja keuangan GOTO yang sudah mencetak laba bersih dua kuartal berturut-turut sepanjang 2026. Laba bersih tercatat Rp 171 miliar pada kuartal pertama dan Rp 252 miliar pada kuartal kedua.

Pendapatan Tumbuh 31%, EBITDA Tembus Rp 1 Triliun

Pertumbuhan bisnis GOTO masih berlanjut. Pada kuartal kedua 2026, pendapatan bersih perseroan tumbuh sekitar 31% secara tahunan menjadi Rp 5,7 triliun. EBITDA Grup yang disesuaikan untuk pertama kalinya menembus Rp 1 triliun.

GoTo juga mempertahankan target EBITDA Grup yang disesuaikan sepanjang 2026 di kisaran Rp 3,2 triliun hingga Rp 3,4 triliun. Target itu menjadi acuan pasar menilai apakah perbaikan kinerja operasional bisa berlanjut pada semester kedua.

Fleksibilitas Buyback dan Risiko yang Menyertai

Manajemen GOTO menyatakan buyback memberi fleksibilitas dalam mengelola permodalan, termasuk mengoptimalkan struktur modal. Namun, eksekusinya bergantung pada keputusan manajemen dengan mempertimbangkan kondisi pasar global dan nasional terkini.

"Implementasi dari buyback saham oleh perseroan akan bergantung pada keputusan manajemen, dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi pasar global dan nasional terkini beserta segala dinamika yang terjadi pada saat ini," tulis manajemen GOTO pada keterbukaan informasi BEI, Kamis (1/10).

Manajemen juga menyebut pertimbangan itu mencakup potensi dampak perubahan ketentuan peraturan perundang-undangan terkait kegiatan usaha perseroan, kepentingan GOTO, hingga upaya memberi manfaat optimal bagi seluruh pemegang saham.

Bagi investor, kombinasi buyback yang belum tereksekusi penuh, laba bersih dua kuartal beruntun, dan harga yang masih jauh di bawah estimasi nilai wajar menjadi alasan saham GOTO kembali dilirik. Meski begitu, keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Artikel ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

Sumber: katadata.co.id

Follow spiritbangsa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks