Pencarian

Sertifikasi OJK Buka Peluang Karier Financial Influencer Jadi Konsultan

Rabu, 07 Oktober 2026 • 08:21:01 WIB
Sertifikasi OJK Buka Peluang Karier Financial Influencer Jadi Konsultan
Perencana keuangan Rista Zwestika menilai sertifikasi OJK membuka peluang karier baru bagi financial influencer.

SPIRITBANGSA.COM — Perencana keuangan sekaligus financial influencer Rista Zwestika menilai sertifikasi yang diperketat OJK membuka sumber pendapatan baru bagi kreator konten keuangan, tidak lagi bergantung pada endorsement. Kompetensi yang tersertifikasi membuka jalan karier sebagai trainer, speaker, financial planner, konsultan, hingga penulis. Peluang itu datang bersamaan dengan berlakunya POJK Nomor 6 Tahun 2026 yang memperketat aturan penyampai informasi sektor jasa keuangan.

Rista menyampaikan penilaian itu ketika dihubungi Katadata.co.id, Selasa (6/10). Menurutnya, kredibilitas yang terbentuk dari proses sertifikasi membuat financial influencer bisa mengembangkan layanan di luar konten berbayar. Bentuknya bisa berupa kelas dan produk edukasi, kerja sama dengan perusahaan, hingga institusi keuangan.

Dari Endorsement ke Layanan Profesional

Popularitas di media sosial bergerak cepat dan tidak bisa dijadikan sandaran jangka panjang. Rista menilai financial influencer perlu membangun aset profesional lewat kompetensi, reputasi, dan kepercayaan yang terjaga.

"Justru ini penting untuk financial influencer: jangan hanya membangun audience, bangun juga expertise," ujar Rista.

Industri keuangan, kata dia, tidak hanya soal cara mendapatkan penghasilan dari konten. Konten yang dibuat financial influencer dapat memengaruhi keputusan seseorang dalam mengelola uang yang dikumpulkan bertahun-tahun.

"Dan kepercayaan itu harus dijaga karena konten yang kita buat bisa ikut memengaruhi keputusan seseorang terhadap uang yang mereka kumpulkan bertahun-tahun," kata Rista.

Mengapa Sertifikasi Jadi Penting Sekarang

Sertifikasi dinilai krusial terutama bagi financial influencer yang tidak lagi sekadar membuat konten, tetapi mulai memberikan edukasi, konsultasi, atau layanan profesional di bidang keuangan. Proses itu bukan sekadar gelar tambahan.

Di dalamnya ada pembelajaran soal standar kompetensi, metodologi, etika profesi, hingga pemahaman mengenai batas dalam memberikan rekomendasi. Namun Rista menekankan sertifikasi tidak otomatis menjamin seluruh informasi yang disampaikan benar.

Financial influencer tetap perlu memperbarui pengetahuan, mengikuti perkembangan regulasi, dan menjaga integritas dalam menyampaikan informasi keuangan.

"Karena di dunia digital, orang bisa memiliki ratusan ribu bahkan jutaan followers. Tetapi jumlah followers bukan ukuran kompetensi finansial," ujar Rista.

Aturan Baru OJK dan Batas Promosi Produk Keuangan

Otoritas Jasa Keuangan memperketat aturan tentang penyampai informasi sektor jasa keuangan atau financial influencer lewat POJK Nomor 6 Tahun 2026. Lewat aturan baru ini, financial influencer tidak bisa sembarangan mempromosikan produk atau aset keuangan.

Beberapa hal yang dilarang dan diwajibkan antara lain:

  • Menjanjikan keuntungan pasti dari produk atau aset keuangan yang dipromosikan
  • Wajib memberikan disclaimer dalam konten keuangan
  • Wajib transparan soal komisi dari produk yang dipromosikan

POJK ini disusun untuk melindungi konsumen dan masyarakat sekaligus mencegah kerugian yang dapat timbul dari penyampaian informasi sektor jasa keuangan oleh financial influencer.

Menjaga Batas antara Edukasi, Opini, dan Rekomendasi

Rista menyebut financial influencer perlu memastikan informasi yang dibagikan bersumber dari sumber kredibel dan mengacu pada regulasi yang masih berlaku. Konten keuangan sebaiknya tidak dibuat semata-mata karena sedang viral.

Hal itu penting terutama ketika influencer membahas investasi, pinjaman, asuransi, maupun produk keuangan tertentu. Financial influencer juga perlu memahami batas antara edukasi, opini, dan rekomendasi.

Konten yang dikemas sebagai edukasi jangan sampai menggiring audiens membeli produk tertentu tanpa memahami profil risiko dan konsekuensinya.

"Financial influencer punya tanggung jawab yang cukup besar karena keputusan finansial seseorang bisa dipengaruhi oleh informasi yang mereka konsumsi di media sosial," kata Rista.

Sebelum membagikan konten keuangan, ada sejumlah prinsip yang perlu diterapkan: mengecek sumber informasi, memahami produk yang dibahas, hingga menjelaskan risikonya. Influencer juga perlu transparan apabila memiliki kerja sama komersial dan tidak menjanjikan hasil yang belum pasti.

"Karena di dunia keuangan, satu konten yang salah bukan cuma berisiko membuat orang kehilangan followers, orang lain bisa kehilangan uangnya," ucap Rista.

Sumber: katadata.co.id

Follow spiritbangsa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks