Pencarian

Penjualan Mobil-Motor Naik, Menkeu Sebut Ekonomi RI Resilien

Selasa, 22 September 2026 • 11:21:01 WIB
Penjualan Mobil-Motor Naik, Menkeu Sebut Ekonomi RI Resilien
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan keterangan dalam konferensi pers APBN Kita edisi September 2026.

SPIRITBANGSA.COMPenjualan mobil nasional melompat 20,1 persen pada Januari-Agustus 2026, angka yang dipakai Menteri Keuangan Suahasil Nazara untuk menunjukkan keyakinan konsumen tengah menguat. Penerimaan pajak ikut terangkat, tapi pertumbuhan motor yang cuma 2,16 persen memberi gambaran berbeda soal daya beli masyarakat.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara memakai data penjualan otomotif sebagai bukti aktivitas ekonomi Indonesia masih bergerak naik. Dalam konferensi pers APBN Kita edisi September 2026, Suahasil menyebut sektor riil tetap resilien di tengah tekanan ekonomi global.

Penjualan Mobil Tumbuh 20,1 Persen, Motor Hanya 2,16 Persen

Gaikindo mencatat pabrikan mengirim 599.491 unit mobil baru secara wholesales dari Januari sampai Agustus 2026. Angka itu naik 20,1 persen dibanding periode sama tahun lalu yang tercatat 499.315 unit.

Penjualan retail dari dealer ke konsumen juga naik, meski tidak sebesar wholesales. Sampai Agustus 2026, 594.984 unit mobil baru sampai ke konsumen, tumbuh 13,9 persen dari 522.160 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Gambaran berbeda muncul di sektor roda dua. AISI melaporkan penjualan motor Januari-Agustus 2026 mencapai 4.362.078 unit, hanya naik 2,16 persen dibanding 4.269.718 unit tahun lalu.

Suahasil: Keyakinan Konsumen Menguat, tapi PMI Manufaktur Perlu Diwaspadai

Suahasil menilai kenaikan penjualan kendaraan mencerminkan keyakinan konsumen yang membaik. Permintaan semen dan listrik yang ikut tumbuh disebutnya sebagai penanda aktivitas ekonomi yang meningkat.

"Sektor riil tetap risilien. Bisa dilihat bahwa keyakinan konsumen itu bisa menguat. Penjualan riil kembali ekspansif," kata Suahasil.

Meski begitu, Suahasil memberi catatan soal PMI manufaktur yang mengikuti gerak ekonomi dunia. Menurutnya, pemerintah tidak boleh lengah meski kondisi ekonomi nasional dinilai cukup kuat.

"Penjualan mobil dan motor tetap tumbuh, penjualan semen tetap tumbuh, penjualan listrik tetap tumbuh, PMI manufaktur ini yang ngikutin gerak dunia itu. Jadi, harus kita waspadai. Kita tidak boleh lengah, tapi Indonesia kondisi ekonominya cukup resilien. Malah saya bisa katakan sangat resilien," ujar Suahasil.

Dampak ke Penerimaan Pajak

Peningkatan penjualan kendaraan turut mengerek penerimaan pajak. Suahasil menyebut penerimaan pajak terus tumbuh sejalan dengan aktivitas ekonomi yang menguat.

"Permintaan semen itu tumbuh, permintaan listrik itu tumbuh, permintaan mobil dan motor itu tumbuh, berarti aktivitas ekonomi itu tumbuh," katanya.

Data Gaikindo dan AISI memang menunjukkan arah positif, tapi selisih pertumbuhan antara mobil dan motor perlu dibaca hati-hati. Lonjakan 20,1 persen di wholesales mobil tidak otomatis berarti daya beli masyarakat kelas menengah bawah ikut pulih, karena segmen motor yang lebih sensitif harga justru tumbuh tipis.

Yang Perlu Diperhatikan

  • Gap mobil vs motor: pertumbuhan mobil 20,1 persen berbanding motor 2,16 persen menunjukkan pemulihan belum merata di semua lapisan konsumen.
  • Wholesales lebih tinggi dari retail: selisih 13,9 persen vs 20,1 persen mengindikasikan sebagian unit masih menumpuk di jaringan dealer.
  • PMI manufaktur jadi risiko: Suahasil sendiri menyebut indikator ini mengikuti gerak ekonomi dunia dan perlu diwaspadai.
  • Belum ada data September: angka Januari-Agustus 2026 belum mencerminkan dampak kebijakan atau gejolak ekonomi di sisa tahun.

Sumber: oto.detik.com

Follow spiritbangsa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks