SPIRITBANGSA.COM — PT LEN Industri (Persero) menyiapkan kemampuan produksi chip secara mandiri guna mendukung proyek kendaraan motor listrik nasional. Perusahaan pelat merah itu menggandeng BRIN, Kemendiktisaintek, dan ITB untuk mempercepat penguasaan teknologi semikonduktor di dalam negeri.
Direktur Utama PT LEN Industri, Joga Dharma Setiawan, menyatakan pengembangan chip menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat penguasaan teknologi strategis dalam negeri. Kolaborasi riset dengan sejumlah institusi dianggap jalan tercepat mewujudkannya.
LEN menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), hingga Institut Teknologi Bandung (ITB). Menurut Joga, keterbatasan kapasitas riset internal menjadi alasan utama perusahaan memperluas kerja sama tersebut.
Chip Buatan Sendiri dari Fasilitas Manufaktur yang Disiapkan
Joga menegaskan proyek motor listrik nasional membutuhkan pasokan chip yang selama ini masih bergantung pada impor. LEN berencana memproduksi komponen tersebut di fasilitas manufaktur yang tengah disiapkan.
"Kami melakukan transformasi dan memperkuat kolaborasi riset. Proyek-proyek strategis ini termasuk motor listrik nasional, yang memerlukan chip-chip yang nanti akan kita buat sendiri dari fasilitas manufaktur yang kita siapkan," ujar Joga di sela-sela LEN Techno Day di ITB Innovation Park, Bandung, Rabu.
Penguasaan teknologi chip dinilai krusial untuk menekan ketergantungan pada komponen elektronik impor. Langkah ini juga membuka peluang peningkatan kemandirian teknologi nasional di sektor kendaraan listrik.
Empat Fokus Teknologi di LEN Techno Day
Dalam ajang LEN Techno Day, perusahaan memamerkan empat bidang teknologi yang menjadi fokus pengembangan:
- Semikonduktor
- Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI)
- Radar
- Satelit dan penginderaan jauh (remote sensing)
Keempat bidang tersebut mencerminkan arah pengembangan LEN Industri dalam memperkuat penguasaan teknologi strategis. Semikonduktor menjadi perhatian utama karena berperan penting dalam berbagai perangkat elektronik modern.
Teknologi AI, radar, dan satelit membuka ruang pengembangan sistem cerdas, pemantauan, serta pengolahan data untuk berbagai kebutuhan industri maupun sektor lainnya.
SDM Kompeten Jadi Kunci Pengembangan Semikonduktor
Pengembangan teknologi semikonduktor tidak hanya bergantung pada kesiapan fasilitas produksi. Ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten juga menjadi faktor penting agar proses riset, pengembangan, hingga manufaktur dapat berjalan berkelanjutan.
Joga menyoroti kebutuhan tenaga ahli dengan kompetensi memadai untuk mendukung pengembangan semikonduktor. Kolaborasi antara industri, lembaga riset, dan perguruan tinggi menjadi salah satu elemen penting dalam membangun ekosistem teknologi nasional.
Sinergi ini diharapkan mempercepat pengembangan teknologi sekaligus memperkuat kemampuan industri nasional dalam menghasilkan komponen elektronik strategis.